Pengertian Topologi BUS Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya

Pada Artikel sebelumnya telah saya bahas mengenai Pengertian dan jenis-jenis topologi jaringan LENGKAP. dan pada kesempatan kali ini alan dibahas kembali secara singkat mengenai apa itu topologi jaringan.

Topologi jaringan sendiri terbagi menjadi dua yaitu:
  • Physical. Merupakan gambaran fisik dari hubungan antara perangkat (komputer, server, hub, switch, dan kabel jaringan) yang membentuk suatu pola khusus
  • Logical. Merupakan gambaran bagaimana suatu perangkat dapat berkomunikasi dengan perangkat lainnya.

Pada jaringan komputer, kata topologi mengacu pada susunan layout dari sebuah elemen perangkat jaringan pada sebuah jaringan komputer.
Topologi jaringan dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu topologi fisik dan topologi logic. Topologi fisik adalah tentang bagaimana penempatan suatu perangkat jaringan pada jaringan komputer, sedangkan topologi logic adalah tentang bagaimana data mengalir pada tiap perangkat komputer. Pada kesempatan ini akan dibahas secara lengkap mengenai pengertian topologi bus, karakteristik, bagaimana komunikasi terjadi, serta kelebihan dan kekurangan dari topologi bus.

Pengertian Topologi BUS

Topologi Bus
Topologi Bus



Pada topologi Bus semua komputer dihubungkan secara langsung pada media transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Kebel untuk menghubungkan jaringan ini biasanya menggunakan kebel koaksial. Setiap Server dan Workstation yang disambungkan pada Bus menggunakan konektor T (T-Connector). Pada kedua ujung kabel harus diberi Terminator berupa Resistor yang memiliki resistansi khusus sebesar 50 Ohm yang berwujud sebuah konektor, bila resistansi dibawah maupun diatas 50 Ohm, maka Server tidak akan bisa bekerja secara maksimal dalam melayani jaringan, sehingga akses User atau Client menjadi menurun. Sekarang ini, topologi bus sering digunakan backbone (jalur utama), dengan menggunakan kabel Fiber Optik sebagai media transmisi.

Linear Bus dan Distributed Bus
Linear Bus dan Distributed Bus

Terdapat dua jenis topologi bus, yang pertama ialah Linear Bus. Pada topologi jaringan berjenis Linear Bus seluruh perangkat dalam jaringan tersebut terhubung pada satu kabel tunggal dengan dua titik akhir pada masing-masing ujung kabel. Kemudian jenis topologi bus yang kedua ialah Distributed Bus, yang membedakan topologi jenis ini dengan jenis topologi yang pertama ialah terdapat cabang yang dibentuk pada kabel utama, dan setiap cabang tersebut memiliki titik akhir tersendiri. Singkatnya distributed bus ini adalah gabungan dari beberapa linear bus.

Topologi Bus merupakan sebuah topologi yang menggunakan kabel tunggal sebagai media transmisinya atau kabel pusat tempat dimana seluruh client dan server dihubungkan. Sehingga komputer atau jaringan lain dapat dengan mudah dihubungkan satu sama lain.




Karakteristik topologi bus antara lain : 


  • Node-node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel di tutup terminator.
  • Sangat sederhana dalam instalasi.
  • Sangat ekonomis dalam biaya.
  • Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel.
  • Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah Tconnector pada setiap Ethernet card.
  • Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka keseluruhan jaringan menjadi down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.


Kelebihan topologi Bus


Topologi nya yang sederhana.

Topologi Bus tergolong sederhana karena anda hanya perlu menyambungkan kabel menggunakan sebuah konektor dengan panjang secukupnya sehingga perangkat tersebut dapat terhubung ke jaringan utama dan Kabel yang di pergunakan untuk menghubungkan komputer komputer atau peralatan peralatan yang lain sedikit.

Biaya Lebih Murah
    Pada topologi bus, biaya yang kita keluarkan untuk membangun topologi ini terbilang cukup murah meriah di bandingkan dengan topologi yang lain dan juga Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus.

    Lebih Hemat kabel

    Topologi Bus lebih hemat kabel karena karena media transmisinya hanya memakai kabel tunggal serta terpusat sehingga tidak memerlukan kabel yang banyak.

    Tidak membutuhkan hub atau switch

    Disamping itu pada topologi bus juga tidak membutuhkan hub atau switch untuk dapat bekerja, sebab sifat linier dari jaringan tersebut memungkinkan data untuk mengalir bebas ke seluruh jaringan. Namun meski demikian topologi bus juga membutuhkan sebuah terminator yang harus dipasang ditiap ujung kabel utama untuk dapat berfungsi normal.

    Terminator kabel tidak membutuhkan daya


    Terminator yang digunakan pada topologi bus merupakan perangkat yang bersifat pasif. Terminator terbuat dari resistor dan kapasitor, yang mana artinya tidak membutuhkan daya untuk dapat bekerja. Hal ini yang membuat topologi bus dapat diimplementasikan dimana saja yang anda butuhkan.

    Kekurangan topologi Bus


    Lalu lintas data padat


    Traffic (lalu lintas) topologi bus ini tergolong padat, sehingga akan sangat memperlambat bus.

    Memperlemah dan dapat menghalangi sinyal

    Setiap barrel connector yang dipergunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar. dapat disimpulkan bahwa semakin banyak perangkat yang terhubung pada kabel utama maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pertukaran data.

    Troubleshoot sangat sulit

    Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada topologi bus. maka apabila terdapat sebuah kesalahan kecil, maka akan berdampak pada seluruh jaringan. Dampak yang dihasilkan ini dapat berupa kerusakan pada seluruh jaringan atau memecah jaringan menjadi dua bagian.

    Koneksi Lambat

    Akses koneksi pada topologi bus lebih lambat dibanding dengan topologi yang lain.

    Membutuhkan Repeater

    Topologi Bus Membutuhkan Repeater untuk jarak jaringan yang terlalu jauh (jika menggunakan kabel coaxial).

    Masalah keamanan

    Setiap komputer pada topologi bus yang terhubung dengan kabel utama mampu untuk melihat seluruh transmisi data yang sedang terjadi pada seluruh komputer lain. Hal inilah yang menjadi masalah untuk keamanan pada topologi bus, sebab semua orang dapat melihat apa yang orang lain sedang lakukan.

    Sekian pembahasan mengenai topologi bus ini. Untuk anda yang membutuhkan topologi jaringan berskala kecil, topologi bus bisa menjadi salah satu solusinya dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Sebenarnya tidak ada batasan yang diberikan dalam hal jumlah perangkat yang terhubung pada topologi bus, namun dengan semakin banyaknya perangkat terhubung maka resiko kecepatan data yang lambat dan masalah yang mungkin terjadi pada perangkat semakin besar.
    jika anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa itu topologi jaringan dan jenis-jenisnya dapat anda temukan langsung di Pengertian dan jenis-jenis topologi jaringan LENGKAP

    0 Response to "Pengertian Topologi BUS Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya"

    Post a comment

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel