Pengertian dan Tujuan pemanfaatan Database - Teknik Komputer dan Jaringan

Pengertian dan Tujuan pemanfaatan Database



Secara harfiah :

  • Basis : Tempat berkumpulnya / sarang / markas / gudang.
  • Data  : Representasi dari fakta dunia yang direkam dalam bentuk simbol,angka,huruf,bunyi,dan kombinasinya.
Secara istilah :

  • Basis Data : Kumpulan file / table arsip yang saling berhubunganyg disimpan sedemikian rupa tanpa pengulangan ( Redudancy ) dan dapat dimanfaatkan kembali untuk memenuhi kebutuhan secara tepat.


Tahap-tahap Proses Perancangan DataBase
  1.  Pengumpulan data dan analisis
  2.  Perancangan DataBase secara konseptual
  3.  Pemilihan DBMS
  4.  Perancangan DataBase secara logika
  5.  Perancangan DataBase Secara fisik
  6.  Implementasi sistem

Tujuan Pemanfaatan DATABASE

    • Kecepatan dan kemudahan (speed) : agar user dapat menyimpan, memanipulasi, dan menampilkan kembali data lebih cepat dan mudah daripada cara biasa.
    • Efisiensi ruang penyimpanan ( space) : mengurangi redudancy, misalnya dengan pengkodean dan membuat relasi.
    • Keakuratan (accuracy) : agar data seseuai dengan aturan dan batasan tertentu.
    • Ketersediaan (availibility) : agar dapat diakses oleh setiap user yang membutuhkan.
    • Kelengkapan (complementeness) : dengan menambahkan field pada tabel.
    • Keamanan (security) ; agar data yang rahasia tidak jatuh ketangan user yang tidak berhak, misalnya dengan pengkodean account (username dan password), pembedaan hak akses untuk setiap user terhadap data y ang dapat dibaca / proses yang dapat dilakukan.
    • Kebersamaan (share cability) : Mendukung lingkungan multi user, menghindari inkonsisteni data dan deadclock.
Bagi orang awam mungkin suatu database hanyalah kumpulan data dan informasi yang hanya perlu di backup untuk keamanan. Namun dibalik itu terdapat fungsi – fungsi lain dari penggunaan database, yakni sebagai berikut :
  1. Suatu data dapat dikelompokkan dengan tujuan mempermudah proses identifikasi data, pengelompokkan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti membuat beberapa tabel atau dengan field yang berbeda – beda. Sebagai contoh suatu DBMS pada perbankan dapat mencari informasi user dengan lebih cepat karena sudah dikelompokkan masing – masing.
  2. Menghindari data ganda yang tersimpan. Suatu software DBMS dapat di setting agar mampu mengenali duplikasi data yang terjadi saat diinput. Hal ini dikarenakan sifat database yang dapat diakses oleh lebih dari satu pengguna. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem kata kunci atau Primary Key.
  3. Mempermudah penggunaan hampir di semua sisi seperti memasukkan data baru, mengupdate atau bahkan menghapus data yang sudah tidak diperlukan lagi. Didukung dengan tampilan atau tata muka yang sudah disediakan menggunakan aplikasi tertentu.
  4. Menjadi solusi terbaik dari penggunaan kertas sebagai media penyimpanan yang kurang efektif dan banyak memakan ruang. Dengan adanya database maka file dapat disimpan secara digital.
  5. Suatu database juga dapat menjadi alternatif lain terkait masalah penyimpanan ruang dalam suatu aplikasi. Hal ini dikarenakan keterbatasan dari media penyimpanan oleh kebanyakan aplikasi komputer.

Jenis – Jenis Database

jenis-jenis database
Operational Database
Suatu database pada umumnya terdiri dari data yang digunakan oleh banyak user atau pengguna, dari masing – masing user tersebut tentunya memiliki keperluan yang berbeda – beda juga. Dengan adanya hal ini suatu sistem manajemen database juga dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis dengan fungsi dan kegunaan masing – masing. Dibawah ini adalah jenis – jenis database yaitu :

1. Operational Database

Database jenis ini dapat menyimpan data dengan rinci agar dapat dioperasikan dari seluruh organisasi. Dalam hal ini mereka juga dapat disebut Subject Area Database (SADB), transaksi database atau produksi database. Contoh dari Operational Database adalah database yang digunakan pelanggan, database akuntansi dan lain – lain.

2. Relational Database

Jenis database yang satu ini bisa dibilang paling popular, hal ini dikarenakan dengan menggunakan Relational Database, user dapat mengakses atau mencari informasi dalam tabel yang berbeda – beda. Query yang dilakukan juga dapat melibatkan beberapa tabel karena fungsi relasi ini.

3. Distributed Database

Sesuai dengan namanya database yang satu ini dapat mendistribusikan data – data secara tersebar namun saling berhubungan serta dapat diakses secara bersama – sama. Database jenis ini biasanya digunakan pada suatu lembaga atau perusahaan yang terdiri dari beberapa cabang, agar dapat memudahkan user mengakses data dari tempat satu ke tempat lainnya.

4. External Database

Database ini mampu menyediakan akses ke bagian eksternal, data yang disimpan nantinya akan digunakan untuk keperluan komersial. Akses ke dalam database ini akan lebih mudah karena diperuntukkan bagi publik dan disamping itu juga lebih efisien karena tidak perlu mencari informasi dari internet.
Selain jenis – jenis diatas sebenarnya masih banyak contoh database lain dengan fungsi yang berbeda – beda seperti End – User DatabaseNavigation DatabaseIn Memory DatabaseReal Time DatabaseDocument Oriented Database serta masih banyak lagi. Namun jenis yang kami jelaskan mungkin yang paling sering digunakan.
Itulah pembahasan mengenai pengertian database beserta fungsi dan jenis-jenis database yang paling umum digunakan. Setelah membaca artikel diatas, sekarang anda pasti sudah mengerti apa yang dimaksud dengan database, fungsinya untuk apa dan ketika ingin membuat sebuah database, anda sudah mempunyai gambaran mengenai jenis database apa yang ingin anda gunakan, entah itu operational database, relational database atau jenis database lain.

 Terima kasih telah membaca artikel saya, semoga bermanfaat untuk semua.

0 Response to "Pengertian dan Tujuan pemanfaatan Database - Teknik Komputer dan Jaringan"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel